Migrasi Token IB Mandiri ke Aplikasi Mandiri Online di KC Malang Wahid Hasyim

Migrasi token IB Mandiri ke aplikasi mobile Mandiri Online, berawal dari token yang habis masa pakai baterainya dan kartu atm yang kadaluarsa. Yup, saya pikir kartu atm Mandiri tidak perlu diperbarui seperti kartu atm BCA. Hehe

Faktanya, kartu ATM Mandiri lama keluaran tahun 2009 memiliki masa pakai hingga 10 tahun. Sedangkan untuk kartu ATM Mandiri yang kemarin baru diganti hanya memilikki masa pakai 5 tahun kayak SIM.

Pengalaman Menggunakan Token IB Mandiri

Nyaman menggunakan token IB Mandiri daripada sms banking, tahu kenapa? Karena pulsa reguler nggak terpotong 2x. Pernah waktu itu daftar sms banking, baru isi pulsa 10ribu lanjut beberapa kali transaksi habis pulsanya dan yang terakhir lupa pin sms banking. Parah euy!! hahaha

Token IB Mandiri itu lebih mudah dan nyaman. Nasabah hanya perlu koneksi internet stabil. Tapi yang bikin repot itu kalau baterai token habis, maka nasabah harus datang lagi ke kantor untuk minta yang baru. Jadinya nggak praktis.

Sekitar tahun 2017/2018, saya sempat mendengar kabar dan membaca berita bahwa Bank Mandiri berencana mengganti Token IB Mandiri dengan Aplikasi Mobile Mandiri Online. Awalnya was-was juga, karena sedikit trauma dengan terpotongnya pulsa reguler.

Sejak berita itu beredar, setiap kali menggunakan token IB Mandiri saya bicara dengan si token “jangan mati dulu woe, tahan dulu sampai tahun depan”. Eh!! jadi kenyataan tahun 2019 mati, saat akan melakukan transaksi dengan token ib Mandiri. Waaah!!

Mencekam Tanpa Token IB Mandiri

Lebay bangetlah!! sejak dia mati, saya harus datang ke gerai ATM terdekat. Tidak bisa melakukan transaksi aktif saat malam hari, walaupun satu tahun terakhir setiap menjelang weekend mengalami error. Tapi yang namanya CINTA, ya tetap dipakai saja tokennya. Hehe

Kode kematiannya sudah muncul sekitar 14 hari sebelumnya. Ada kode tertentu yang tampil, tapi ya nggak ngeh juga. Karena saat itu sedang aktif-aktifnya transaksi.

token ib mandiri dihapus

Sub judul agak lebay sih, sebenarnya saya agak malas kalau harus transfer melalui gerai ATM. Jadi, kalau ada transaksi pengiriman uang biasanya pilih ke Indomaret atau titip transfer ke istri.

Hari pengapesan datang juga. Pada 4 September 2019, saya datang ke gerai ATM Mandiri dengan suka cita dong. Mau transfer biaya registrasi Kelas Blog Intermediate dari Ublik.id. Eh gagal! Kata mesinnya “Kartu Anda Kadaluarsa, Transaksi Ditolak, Segera datang ke kantor Bank Mandiri terdekat”.

Ke Bank Mandiri – KC Malang Wahid Hasyim Demi Token dan Kartu ATM

Persiapan membawa buku tabungan, token, dan kartu ATM. Sudah disiapkan, langsung berangkat. Sempat bercanda mengenai JOBFAIR di aula SKODAM V Brawijaya Malang dengan istri selama perjalanan. Hehe, mengenang masa jobless setelah wisuda.

Saat tiba di seberang Gramedia Malang, istri tanya “dompetnya dibawa kan”. Hah?!! Lupa maaak!!, “yaudah kita balik lagi ya ambil dompetnya”. Hahaha!! Beruntung perjalanan ke Bank hanya 10 menit dan pulang 15 menit.

Baca juga :   Pengalaman Pertama Menggunakan GrabBike di Kota Malang

Ketika tiba di kost, alih-alih membawa dompet. Saya putuskan mengambil isi yang diperlukan, yaitu buku tabungan dan token. Yang penting itu bukunya bro untuk kroscek data. Baliklah kami ke Bank 10 menit sudah termasuk macet-macet remeh.

Proses Migrasi Token IB Mandiri ke Aplikasi Mobile Mandiri Online

Setelah tiba di area parkiran yang salah, saya bergumam “yah gpp ya, udah tanggung”. Bergegas masuk ke gedung utama, disambut satpam dan diberi nomor antrian serta diminta menunggu.

3 menit menunggu, dipanggillah nomor saya 13 oleh CS bernama mas Fadly. Dilakukan tanya jawab kroscek data dari buku tabungan dan nama ibu kandung. Kemudian saya diminta tanda tangan untuk aktivasi kartu ATM, tentunya dengan tangan gemetar, hehe.

Formulir Keluhan Nasabah Bank Mandiri

Setelah tanda tangan, saya diminta mengunjungi teller untuk aktivasi awal. Seharusnya ke teller khusus, tapi mereka sibuk. Jadi mengantri di teller umum, dilayani oleh mbak Tika dan sempat saling bingung dengan token. Akhir kata, “yaudah mbak, saya ke mas Fadly aja”.

CS Bank Mandiri KC Wahid Hasyim Tanggap Sikon

Mas Fadly ini termasuk CS yang baik dan tanggap terhadap nasabah. Kenapa? Karena mas Fadly ini tidak “memaksa” nasabah untuk mengisi formulir, dengan kondisi khusus seperti saya dan lebih banyak diam tanpa menanyakan kondisi tersebut.

Selama proses migrasi tersebut, mas Fadly menawarkan program tabungan jangka panjang dengan auto debit 100ribu per bulan selama 12 bulan. Tapi “dasar aku”, Saya tolak halus karena ada kebutuhan transfer kelas blog intermediate ublik.id yang nominalnya sama.

Oiya, saya diberikan pilihan 2 jenis kartu ATM yaitu kartu yang hanya bisa digunakan di Indonesia dan Internasional. Setelah saya tanyakan, “berarti yang berlogo visa bisa dipakai untuk transaksi seperti di alibaba”. Dia jawab, bisa untuk ecommerce luar negeri juga. Oo yaudah, saya pilih yang adminnya 4.500/bulan.

Aktivasi Aplikasi Mobile Mandiri Online oleh CS Fadly

Pagi sebelum berangkat, Saya inisiatif download aplikasi mobile Mandiri Online mumpung sempat ada wifi. Karena paket data sudah mencapai FUP.

Ketika diminta untuk unduh aplikasi, saya jawab dengan tenang ” sudah saya siapkan mas”. Proses selanjutnya adalah aktivasi nomor hp, pengisian data dari KTP, dan kartu ATM dibantu mas Fadly. Kan dia yang paham.

Dia mulai presentasi cara penggunaan aplikasi, dengan menuntun saya memasukkan user id dan password untuk akses aplikasi. Kemudian untuk melakukan transaksi diperlukan pin 6 digit yang sudah dibuat melalui EDC.

Aktivasi Aplikasi Mobile Mandiri Online

Tanda tangan lagi untuk tanda terima kartu ATM, dengan tangan gemetar. Awalnya formulir dipegang oleh mas Fadly, kemudian dilepas dan saya dibiarkan menarik formulir itu untuk dibubuhi tanda tangan.

Wah!! saya senang sekali, sambil membuang pandangan ke mesin print epson yang diletakkan diantara dua CS. Semoga petugas yang membantu saya hari itu mendapat keberkahan.

Terima kasih Bank Mandiri – KC Malang Wahid Hasyim terutama untuk CS mas Fadly, satpam (ndak liat namanya), Teller mbak Tika, dan istriku yang sudah menemani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *