-->
undagi

1 Desember 2020

1 Desember 2020

 Ada cerita apa hari ini?

Bangun pagi dengan rasa lelah, berharap pekerjaan semalam baik-baik saja dan run sebulan.

Tadi pagi tiba di kantor, langsung buka laptop dan dashboard google ads memastikan pengaturan iklan dapat diakses. Tadaaaa, aku lupa caranya membuka pengaturan iklan tersebut. Sedikit panik tapi asyik karena bisa diatasi, dengan luasnya ruangan kantor baru.

Kendala memakai google ads itu saat pembayaran, transfer dari bank lokal membuat verifikasi dana top up masuk lebih lama. Sedangkan kartu kredit pun tak punya, sempat mencoba menggunakan kartu atm berlogo visa, ternyata nihil.

Padahal saat pembuatan kartu debit, cs yang melayani mengatakan bahwa kartu debit yang berlogo VISA dapat digunakan untuk pembayaran yang bersifat internasional, seperti kulakan di alibaba dan pembayaran lintas negara. Jadi apa yang kurang, kok nggak bisa? Bikin spaneng.

Cerita Bulan Desember 2020

Pada akhirnya, aku teringat tawaran seorang teman yang belum pernah bertemu dan pernah bekerja pada satu kantor yang sama. Aku wa dia, eh centang satu. Tumben sekali juragan bibit jam 9 pagi nggak pegang hape. Setelah itu, aku coba telp melalui saluran pulsa pun nihil. Selang beberapa menit, ia membalas wa ku dan meminta hak akses untuk top up sambil mengirimkan nomor rekeningnya.

Aku berpikir sebentar, kenapa dia memberiku nomor rekening? aku tidak membeli bibit tanaman. Oh iya, tersadar dari kesepanengan kucoba transfer segepok uang topup ke rekeningnya. Lima menit menunggu proses, cring uang masuk ke dashboard google ads. Hati lega menggandol, karena urusan belum beres, iklan belum jalan. Suwek deh pagi ini.

Kami berbincang mencairkan suasana, seperti biasa aku mengangguk tanda paham dan garuk-garuk kepala dalam pikiran mencari timpalan yang pas. Belum kelar perbincangan itu, kenapa wa dari ibuku terus masuk? nggak biasa banget kayak gini.

Setelah ditinggal di ruangan luas bersama keheningan, ya nggak sepi sih. Ada tiga ciwi dan dua cowo, mereka rekan kerja yang setia meski terkadang tidak ada obrolan saling lekat. Aku masih menatap monitor laptop berharap iklan run sampai titik terakhir topup.

Hingga siang menjelang suara makan siang, iklan itu masih diam tak bergerak seperti mahasiswa mager baru diputus pacarnya dan harus menghadapi dosbing tarik ulur. Bukan yang pertama, tapi dulu nggak begini-begini amat, mat.

Pukul 12:27, aku putuskan menghubungi ibuku bermodal headset pinjaman dan tebengan wifi di teras kantor yang teduh. Aku menanyakan sesuatu, ya dan bla bla bla selama 20 menit. Hatiku sungguh kacau seperti menyanyikan lagu balonku ada lima, kenapa balon hijau, dia salah apa.

Setelah itu masuk ruangan dan menghela nafas pelan. Duduk perlahan sambil menanyakan jadwal liburan dan memohon imbalan penuh dengan syarat. Ternyata langsung diokein, dan suara ini terdengar lagi "saya percayakan ini sama kamu, waktu libur tetap pantau iklannya". Kepalaku langsung berdenyut dan kupanggil Tuhan dalam hati, "                                           ". Cukup aku seorang aja yang tau obrolannya.

Detak waktu tak mau berhenti, iklan masih diam di tempat. Kepalaku sudah berputar ingin daftar jenius biar ngga merepotkan juragan bibit, tapi sepertinya dia akan tetap aku repoti.

Mendadak suara adzan ashar berkumandang. Hatiku kacau, pikiranku lari tak tentu arahnya seperti roda gila di sirkus. Aku tidak fokus, kuraih hape dan mengetik "saya ijin pulang ya..." segera beberes dengan alasan membuat rekening jenius kepada dua cowo di kantor.

Tapi akhirnya, aku mengetik cerita ini dan belum daftar si jenius, masih mager mungkin besok. Kepalaku sakit, terganggu oleh pertanyaan yang lama tak pernah kudengar dari orang lain kemarin sore. Wkwkwk

Selamat berkarya teman, jika kamu perlu madu hutan sumatera, bisa DM ya di ig @jualmaduhutansumatera. Harga tak pantas untuk disebut, tapi nanti dikira sombong, yaudah aku tawarkan dengan Rp 200.000 per kg. Ongkir cerita lain, disesuaikan dengan jarak diantara kita. Uups, nggak boleh ngiklan.


undagi
undagi
Load comments