Monday, December 17, 2018

Pengalaman Pertama Menggunakan GrabBike di Kota Malang


Sebenarnya saya tidak suka dibonceng kecuali sangat terpaksa dan karena kondisi tertentu saja. Namun hari ini, saya terpaksa order juga si GrabBike. Alasannya sih agak konyol, karena kunci motor ketlisut (lupa naruhnya).

Kali pertama order sendiri, biasanya istri yang orderin itupun GrabExpress aja. Biasa kan saya jualan online buat cari penghasilan tambahan.

Pagi setelah mandi, saya mulai pusing tidak melihat kunci motor. Cari kesana dan kemari hampir 30 menit berlalu, aaaargh!! Terpaksa deh, ambil HP cari aplikasi Grab. Giliran udah kepepet, eh aplikasi lamaaaa banget loading ternyata HP minta restart. #plakk

Terlambat Masuk Kantor

Setelah siap, ketik ketik hapus. Oh kok nggak ada alamatnya, wah ini gimana, udah jam segini. Oh ini alamatnya, bismillah book. nunggu sekitar 4 menit driver datang dapat motor sepabrikan, dia beat saya vario. (masih agak cemberut juga sih, papasan lagi sama pak RW)

Estimasi perjalanan 9 menit di aplikasi, tapi entah kenapa? perjalanan kali ini, membuat saya sering lihat jam tangan. (pelan kali ngegasnya)



sumber gambar: email pribadi
Tapi saya positif aja sih, mungkin ini bagian dari #safetyriding dari GrabBike dalam melayani penumpangnya. Dengan kecepatan sedang, saya bisa lihat wajah-wajah panik berangkat kerja (sama saya juga, hahaha)

Tarif GrabBike Murah, Kan Deket Ya

Meskipun di aplikasi sudah ada petunjuknya, tapi tetap driver butuh arahan karena memang lokasi kantornya tidak biasa (rahasia bin nylempit). 9 menit perjalanan cuma bayar Rp 5.000.

Setelah bekerja dan terserang sakit kepala sebelah saat siang hari sampai membuat tulisan ini. Selama di kantor, "enak juga ya pake GrabBike. Kok ketagihan ya. Hahaha"

Salah Angkut Penumpang

Hore saat pulang telah tiba, saatnya order lagi. Eh, driver datang malah salah angkut penumpang yang kebetulan sama-sama pakai grab dengan tujuan yang sama.

Pas, ada driver lain datang. Saya langsung tegur. [dari grab ya mas, atas nama siapa penumpangnya? Elisa. Oh, salah penumpang kayaknya soalnya saya order grab juga]. Ngobrol sambil nunggu driver orderan saya datang, ditegur pula sama tetangga "Cari siapa!!". Saya jawab santai "salah penumpang pak". Diam dia, baik kali tetangga.

Di sini sebenarnya telah terjadi MISKOM, seharusnya driver memang harus menanyakan nama penumpang dan tujuan yang dipesan. Namun sepertinya yang terjadi tadi terlewat, mungkin karena hayati lelah bang. Udah sore banget..



sumber gambar: email pribadi
Tapi saya selalu kasih bintang 5, selama tidak fatal. Driver saya ini chat, pakai beat pink jaket merah. Pas dia datang, motornya udah bener tapii jaketnya ada warna hijau stabilonya dan yang naik emak-emak. Horor juga mau tegur. Hahaha

Jembatan Legend

Setelah penumpang tertukar beres, saya diantar lewat jembatan misterius. Subhanallah, jalannya kecil banget cukup untuk satu motor. Dan itu sungai sepertinya untuk jalur irigasi, ngeri deh kalau misal lewat situ lagi soalnya setelah jembatan ada jalan tanjakan yang bikin merinding, kepingin loncat aja rasanya. Hahaha

Kadang pengen juga menikmati jalanan kota Malang sebagai penumpang, karena selama ini saya pengemudinya. Alhamdulilah setiap masalah, Insyaallah ada solusinya.

Terima kasih GrabBike, kadang tarifmu saya pakai untuk bayar kurir yang notabene dia juga driver Grab yang bersedia membantu saya mengantar barang secara offline. Terima kasih sudah menjadi kompetitor dan memberi warna tersendiri diantara jasa transportasi di Indonesia.
Disqus Comments